grab
pemilu-2024
Halodoc

Kronologi Penculikan dan Penganiayaan Warga Aceh Hingga Tewas oleh Oknum Paspampres

Ilustrasi Penganiayaan Warga Aceh Oleh Oknum Paspampres
Oreo
Milo

Pada hari Sabtu, 12 Agustus 2023, terjadi peristiwa tragis ketika seorang warga aceh bernama IM (25 tahun) dianiaya hingga tewas oleh oknum anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dengan inisial Prama RM. Kejadian ini terjadi di Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Sepupu korban, Said Sulaiman, mengungkapkan bahwa tiga orang pelaku penculikan datang dan memaksa membawa pergi IM menggunakan mobil. Pukul 19.00-20.00 WIB, korban menelepon untuk memberitahukan bahwa ia sedang dianiaya oleh para pelaku. Keluarga menerima panggilan tersebut bersamaan dengan pengiriman video penganiayaan terhadap korban.

12goal

Setelah panggilan tersebut, kontak dengan korban terputus. Pelaku kemudian menuntut uang senilai Rp 50 juta dari keluarga korban dengan ancaman akan membunuh IM jika tidak memenuhi permintaan mereka.

Beberapa hari kemudian, jenazah IM ditemukan di sebuah sungai di Karawang Barat, Jawa Barat. Jenazah tersebut dalam kondisi sangat mengenaskan, menunjukkan tanda-tanda penyiksaan yang sadis.

Pihak keluarga melaporkan kejadian ini kepada kepolisian dan membuat laporan bernomor LP/B/4776/VIII/2023/SPKT/POLDA METRO JAYA pada 14 Agustus 2023.

Setelah penyelidikan, Paspampres Praka RM ditangkap oleh Pomdam Jaya/Jayakarta, dan kasus ini ditangani oleh Pomdam Jaya. Mayjen Rafael Granada Baay, Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres), mengkonfirmasi penahanan terduga pelaku. Pomdam Jaya sedang melakukan penyelidikan atas keterlibatan Praka RM dalam tindak pidana penganiayaan dan pembunuhan. Jika terbukti bersalah, akan ada proses hukum yang diberlakukan.

Sejumlah pihak mengutuk peristiwa ini dan menuntut keadilan. Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PPTIM) meminta hukuman seberat-beratnya bagi pelaku untuk memberikan keadilan kepada keluarga korban dan masyarakat. Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Teuku Riefky Harsya, juga mengecam tindakan tersebut dan menuntut penyelidikan tuntas serta hukuman berat bagi pelaku.

Pemerintah Aceh juga mengecam peristiwa tersebut dan mendukung proses hukum yang sedang berjalan. Penjabat Gubernur Aceh akan memberikan asistensi khusus terhadap kasus ini dan berkomunikasi dengan POM TNI untuk memastikan penegakan hukum yang adil.

Semua pihak berharap agar kasus ini dapat diusut tuntas secara transparan dan adil, serta memberikan keadilan kepada korban dan keluarganya.

12goal
Universitas
Avanza