grab
pemilu-2024
Halodoc

Elon Musk menentang Penciptaan Bahan Bakar Air karya Anak Bangsa

Elon Musk Pendiri Tesla menentang Penciptaan Bahan Bakar Air
Elon Musk Pendiri Tesla menentang Penciptaan Bahan Bakar Air
Oreo
Milo

Elon Musk menentang Penciptaan Bahan Bakar Air karya Anak Bangsa

Elon Musk menentang Penciptaan Bahan Bakar Air. CEO sekalian salah satunya pendiri Tesla Elon Musk akui skeptis masalah pemakaian air sebagai bahan bakar kendaraan di tengah-tengah beberapa claim itu di tanah air. Masih sangsi dengan alasan kreasi anak negeri?

Elon Musk
Elon Musk looks at his mobile phone in Cape Canaveral, Florida, U.S. January 19, 2020. REUTERS/Joe Skipper/File Photo

“Hal paling bodoh yang bisa saya pikirkan untuk penyimpanan energi,” tutur ia, saat interviu di Financial Times Future of the Car Summit, beberapa lalu, d ikutip dari CNBC.

12goal

Dalam sesion interviu itu, Musk ditanyakan masalah penglihatannya masalah peranan hidrogen saat percepat peralihan bahan bakar fosil. Dia dengan tegas menjawab “tidak “.

“Penting untuk dimengerti jika Anda inginkan fasilitas penyimpanan energi, hidrogen ialah opsi yang jelek,” ucapnya.

CEO SpaceX itu meneruskan jika “bak raksasa” dibutuhkan untuk memuat hidrogen berbentuk cair. Bila diletakkan berbentuk gas, kendaraan akan memerlukan bak yang “semakin lebih besar “.

Mengapa begitu? “[Bahan bakar hidrogen] itu tidak ada dengan alami di Bumi. Jadi Anda harus memisah air melalui elektrolisis atau memecahkan hidrokarbon,” katanya, ke Financial Times.

“Saat Anda memecahkan hidrokarbon, Anda betul-betul belum pecahkan permasalahan bahan bakar fosil, dan efektivitas elektrolisisnya jelek,” terang Musk.

Akhirnya, katanya, energi yang dikeluarkan untuk menghasilkannya justru tidak sepadan sama yang didapat.

“Jadi Anda betul-betul habiskan banyak energi untuk… memisah oksigen dan hidrogen. Selanjutnya Anda harus memisah hidrogen dan memencetnya dan oksigen. Ini memerlukan banyak energi.”

“Jumlah energi yang diperlukan untuk… membuat hidrogen dan menggantinya jadi bentuk cair benar-benar mengagetkan. Ini ialah hal paling bodoh yang dapat saya pikirkan untuk penyimpanan energi,” ikat pria paling kaya di dunia versus Forbes itu.

Awalnya, Tubuh Energi Internasional (IEA) mengatakan hidrogen sebagai “pembawa energi serbaguna” karena mempunyai bermacam program dan bisa dipakai di beberapa sektor seperti transportasi dan industri.

Pada 2019, IEA menjelaskan hidrogen ialah “salah satunya pilihan khusus untuk simpan energi dari energi terbarukan dan nampaknya janjikan menjadi pilihan memiliki biaya paling rendah untuk simpan listrik sepanjang beberapa hari, beberapa minggu, atau berbulan-bulan.”

Bukan pertama kali Elon Musk menentang dan menolak teori bahan bakar air ciptaan Tanah Air

Musk sendiri telah berkali-kali mengejek ide itu. Pada Juni 2020, ia berkicau “fuel cells = fool sells (sel bahan bakar = pemasaran bodoh) “.Satu bulan selanjutnya, dia men-tweet, “Hydrogen fool sells make no sense (Pemasaran bodoh hidrogen tidak masuk akal).”

Terpisahkan, periset Laboratorium Motor Bakar dari Tubuh Penelitian dan Pengembangan Nasional (BRIN) Bijakin Nur menjelaskan pemakaian air sebagai bahan bakar adalah hal yang masih belum efisien.

Hal tersebut karena mekanisme pembelahan molekul air jadi hidrogen dan oksigen yang termasuk tidak mudah.

“Untuk memisah elemen air yang disebut elemen paling konstan di dunia, itu memerlukan energi yang besar sekali,” tutur Bijakin d ikutip website resmi BRIN.

Menurut Bijakin, penelitian seperti ini sudah dilaksanakan di beberapa negara termasuk di Indonesia yang sudah dilakukan pada 2012. Sesudah dites, katanya, “hasilnya tidak sama seperti yang claim oleh penemu “.

Ia menjelaskan memisah molekul air jadi hidrogen dan oksigen memerlukan energi yang lebih besar, dan tidak sebanding dengan energi yang dibuat.

Berkaitan penemuan ini Bijakin menyarankan pada pihak yang hasilkan penemuan sebaiknya dilaksanakan pengetesan lebih dulu di laboratorium, supaya hasil penemuan itu bisa ditunjukkan dengan ilmiah.

Awalnya, dalam sekian tahun ada claim beberapa masyarakat dapat hasilkan bahan bakar dari air atau membuat kendaraan dengan bahan bakar air. Hal tersebut disongsong gegap gempita dengan embel-embel kreasi anak bangsa. Beberapa petinggi juga sebelumnya pernah kecele.

Yang paling akhir ialah claim dari Aryanto Misel, masyarakat Cirebon yang akui temukan alat pengubah air jadi energi yang dinamakan Nikuba. Sistem itu diterapkan ke sepeda motor punya TNI dengan memercayakan generator elektrolisis.

Ia mengeklaim perlu 1 liter air yang sudah diubah jadi hidrogen lewat proses elektrolisis oleh Nikuba agar dapat jalankan kendaraan pulang-pergi dari Cirebon ke Semarang dalam eksperimen yang sudah dilaksanakan.

Hal itu juga telah dibantah beberapa pakar.

Bahan bakar air berasal dari Cirebon, Indonesia diundang Lamborghini dan Ferrari

Nikuba jadi lagi sorotan sehabis TNI AD mengakui ada pabrikasi otomotif asal Italia terpincut dengan tehnologi ini.

Pangdam III/Siliwangi Mayjen Kunto Arief Wibowo berkata satu diantaranya pabrikasi asal Italia sebelumnya sempat datang Cirebon buat memandang dengan langsung pembaharuan ini. Tapi, dia tidak menyebutkan dengan cara detail pabrikasi otomotif dari Itala yang mana suka dengan penemuan Aryanto.

Kesambungan lawatan orang Italia ke Cirebon, Aryanto lantas pergi ke Kota Milan buat merepresentasikan hasilnya.

Juga, menurut Kepala Pencahayaan Kodam III/Siliwangi Kolonel Inf Adhe Hansen faksi pemasok energi dari pabrikasi otomotif sudah menggelar kesepakatan kerja sama dengan Nikuba.

“Kesepakatan kerja sama dengan perusahaan pemasok sumber energi untuk Ferrari serta Lamborghini,” papar Adhe, mengambil Detik.

Namun, sampai kini belumlah ada info sah dari faksi Ferrari atau Lamborghini Italia terkait claim itu.

12goal
Universitas
Avanza